Rabu, 28 Maret 2012

Musim Ubur-Ubur


Oleh : Redy Mahardika


Seorang bapak sedang minghitung Ubur-Ubur

Seorang anak mengangkat Ubur-Ubur
Setiap tahunnya Ubur-ubur akan timbul dipermukaan laut dan jumlahnya cukup banyak. Ubur-Ubur / jelly fish (Aurelia) adalah salah satu jenis spesies hewan yang hidupnya di laut lepas memiliki ciri-ciri khas yaitu berbadan lunak seperti jelly. Ubur-ubur adalah salah satu makanan favourit bagi penyu belimbing / letherback (Dermochelys coriacea).

Di akhir Bulan ke-2 (Februari) Tahun 2012 ini tepatnya dihari Selasa, pada tanggal 28 bertempat di kawasan pesisir Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Provinsi Kalimantan Barat, ubur-ubur mulai bermunculan di permukaan laut. Binatang laut yang berciri khas bertubuh lunak serta memiliki tubuh yang transparan ini berlimpah hingga tak terhitung jumlahnya.

Kehadiran ubur-ubur yang berlimpah ini oleh penduduk setempat disebut sebagai musim ubur-ubur karena dalam satu Tahun hanya terjadi satu kali yaitu dari akhir bulan Februari hingga Mei. Seiring datangnya musim ubur-ubur merupakan suatu berkah bagi masyarakat Temajuk sehingga oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk menambah sumber penghasilan mereka.

Dengan menggunakan salah satu transportasi air seperti perahu yang rata-rata berukuran sekitar : panjang 7m, lebar 1,5m, tinggi 1m dan dibantu dengan mesin tempele rata-rata berukuran 15PK yang gunanya untuk mempermudahkan masyarakat mengadakan perburuan, ditambah lagi dengan menggunakan alat tangkap yang dirancang khusus oleh penduduk setempat dengan model pengait seperti mata kail yang berukuran besar, terbuat dari besi yang diikatkan diujung sebuah tongkat dari kayu atau bambu dengan ukuran panjang sekitar 2 meter. Fungsi alat tersebut gunanya untuk mempermudah masyarakat dalam proses menaikan ubur-ubur kedalam perahu.

Seperti Asep dan Jojon mereka berdua adalah warga dari Dusun Setinggak Tawar, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 40km yang memakan waktu 3 hingga 4 jam (dari Dusun setinggak ke Desa Temajuk) tidak mematahkan semangat 2 lelaki ini, mereka sengaja datang serta menginap di Desa Temajuk guna mencari ubur-ubur untuk menambah income mereka sehari-hari. Perharinya mereka bisa mengumpulkan minimal 150 hingga 300 ekor.

Ubur-Ubur / jelly fish ( Aurelia ) di Desa Temajuk perekornya dihargai mencapai 2000 rupiah untuk bagian kepalanya saja dan  1000 rupiah untuk harga kakinya saja. Besar kecilnya ukuran ubur-ubur tidak mempengaruhi nilai ekonomisnya yang lumayan cukup tinggi. Jadi jika dirupiahkan dengan harga jual yang telah ditentukan, maka perharinya Asep dan Jojon bisa mengantongi rupiah minimal sebesar 300ribu hingga 600ribu perhari.

Minggu, 11 Maret 2012

Mesjid Raya Singkawang

kegiatan sholat jumat dimesjid raya singkawang
Oleh : Redy Mahardika

Inilah foto mesjid raya yang terletak tepat ditengah kota singkawang,

Saya tidak tau pasti berdirinya kapan, tp sepengetahuan saya mesjid raya tersebut baru mulai direnofasi sejak tahun 2008 lalu.

Berarti mesjid raya tersebut sudah lama berdirinya dan sebelum direnofasi masih berdiri kokoh.

Sebagi orang singkawang saya berbangga hati memiliki mesjid tertua yang ada disingkawang.

Sabtu, 10 Maret 2012

Sulitnya mendapatkan barang bagi masyarakat perbatasan

Seorang masyarakat temajuk sedang membawa barang

Oleh : Redy Mahardika

Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya didaerah Desa Temajuk yang terletak di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas,  Provinsi Kalimantan Barat sangat minim akan informasi dari luar daerah dan sangat terisolir dari dunia luar, berhubung minimnya akses jalan yang kurang baik dan komunikasi yang  tidak memadai.

Untuk mencapai Ibu Kota Kecamatan yaitu Desa Nibung membutuhkan waktu kurang lebih 3 hingga 4 jam menggunakan sepeda motor melewati pesisir pantai dan bertergantungan pada pasang surutnya air laut, karena hanya di Desa Nibung lah tempat masyarakat Temajuk mendapatkan barang-barang  dan informasi yang sangat luas.

 Berhubung jarak yang ditempuh memakan waktu yang lumayan lama,sebagian masyarakat Desa Temajuk menggunakan jasa cangkau untuk mendapatkan barang-barang yang mereka butuhkan, adapun sebagian warga yang membelinya sendiri atau berbelanja di teluk Melano, Negara tetanga Malaysia, karena dengan jarak yang cukup dekatlah warga Desa Temajuk memanfaatkan keadaan tersebut dan begitu pun sebaliknya, warga Teluk Melano Malaysia  biasa berbelanja di Desa Temajuk dengan bebasnya.